(GoVlog - Umum) Numpang Curhat, nyemplung ke Selokan

12 Feb 2012

Hari itu tepat seminggu setelah lebaran, senin 5 septeber 2011. langit di kota Jember sejak pagi sudah menunjukkan tanda-tanda akan hujan. Suasana seolahmenggambarkan kesedihanku. Bagaimana tidak, lebaran belum selesai aku harus sudah meninggalkan kota kelahiranku yakni kota kediri karena sudah mulai masuk kuliah. Hari sabtu, aku sudah berangkat ke jember, rencananya naik kereta dari stasiun Jombang. Setelah lebih dari tiga puluh menit perjalanan ke stasiun Jombang ditemani teriknya matahari plus jalanan yang super rame, eh ternyata setelah sampai di stasiun kehabisan tiket. di depan stasiun sudah terpampang spanduk yang isinya menyayakan kalau tiket kereta harus dibeli seminggu sebelum hari keberangkatan. Langsung kepala rasanya mau pecah. dulu lebaran seminggu sudah tanya ke petugas stasiun, katanya tiket kereta ekonomi tidak bisa dipesan sebelum hari keberangkatan tapi ternyata kok berbeda. Hadddeehh akhirnya terpaksa mengurungkan niat naik kereta dan memilih naik bus. dari pada di DO ( Drop out ) gara-gara membolos seminggu, terpaksa naik bus. tidak lucu juga, maba (mahasiswa baru0 langsung kena DO. Rasanya masih ada secuil dendam dengan petugas stasiun. Nafsu nonjok meluap tapi untung saja masih bisa menahan diri. daripada masalah tambah parah mending yang waras mengalah, kalau oarang jawa bilang Sing Mbeneh ngalah.

Hadeh,kok jadi keterusan curhat ya! kapan mau cerita lucunya! kepada seluruh pembaca yang budiman dan budiwati serta pembaca budiman setengah wati (cuma bercanda, jangan marah ya!) yang baik hati dan tidak sombong serta hobi menabung, selamat menikmati sepenggel cerita saya yang unik, sedikit aneh dan yang sebenarnya tidak lucu. Kembali lagi ke awal cerita saat pagi-pagi langit mendung di kota Jember. hari itu suasana hati sama mendungnya seperti langit. rasanya tidak enak, melewatkan lebaran ketupat tanpa keluarga. Sejak pagi rasanya sudah malas-malasan tidak bersemangat, jam sudah menunjukkna pukul 9 pagi tapi masih saja berada di peraduan. Semangat seolah hilang ditelan gerhana. Bayang-bayang makan bersama keluarga bergelayutan di pikiran. Suasana 5 september 2011 yang harusnya menjadi hari-hari baruku memasuki bangku kuliah menjadi hari yang dipenuhi rasa malas. Maklum saja, sejak kecil belum pernah tinggal jauh dari keluarga. Jam 9.30 akhirnya semangat mulai muncul setelah cacing-cacing yang bersemayam di perut sudah mulai minta jatah makanan. dengan langkah kaki yang berat, aku mulai menapaki anak tangga menuju kamar mandi yang letaknya dilantai satu. Tidak lebih dari tiga puluh menit, aku sudah siap berburu makanan.di gang menuju jalan raya, aku berpapasan dengan lima orang cowok dan satu orang cewek dengan membawa tas masing-masing serta memakai pakaian rapi lengkap dengan sepatunya. pasti ini maba juga, pikirku dalam hati. aku juga lihat di belakangnya ada seorang cowok yang seusia anak SMA berjalan agak aneh. Cowok itu dengan soknya berjalan, penuh gaya kelihatan sok wibawa. aku tidak tau apa yang menyebabkan cowok itu berlaku demikian. mungkin karena ingin menarik perhatian cewek-cewek yang memang banyak di kost-kostan depan gang, bersiap-siap kuliah. sejak awal sampai mendekati jalan raya aku terus memperhatikan cowok itu, bukan karena terpesona bro tapi karena keanehan dan keunikannya itu. Saat sampai di jalan raya, tepatnya di depan warnet terpasang tulisan Hati2 ada proyek. sejak semalam sebelumnya, aku memang sudah melihat tanda itu dan di trotoar terdapat lubang galian yang cukup lebar dan merupakan selokan. anehnya cowok tadi tetap saja berjalan lewat trotoar, aku tidak tahu apa memang dia tidak melihat tanda tersebut. nasi sudah menjadi bubur, niat untuk mengingatkan cowok itu sudah terlambat.Perlahan tapi pasti, dengan gaya yang sok, selangkah demi selangkah kaki accowok itu menuju tepat kearah lubang galian . alhasil, nyemplung langsung ke selokan. langsung saja dapat sambutan yang meriah dari orang-orang yang kebetulan berada di sekitar TKP (tempat kejadian perkara). dengan posisi kepala dibawah dan kaki di atas, mirip jambu monyet yang sering digunakan orang tua terutama daearah Kediri sebagai bahan untuk mengingatkan anak-anaknya agar tidak durhaka, jika tidak mau seperti jambu monyet yang kepalanya di bawah.

jambu-monyet1

Kembali kecerita, dengan menahan tawa dan memasang wajah yang penuh iba akhirnya aku bantu cowok tadi keluar dari lubang galian alias selokan itu kerena posisi jatuhnya menyulitkannya untuk bangkit.

setelah kepergian cowok tadi langsung saja aku lepas semua tawa yang tertahan sambil update status facebook dengan memanfaatkan gratisan facebook dari XL(mau nulis di twitter paling juga tidak ada yang ngerespon). sampai sekarang masih ada yang aku sesalkan, tidak lain dan tidak bukan adalah aku belum sempat mengabadikan momen yang luar biasa unik dan aneh itu ( kesannya aku sadis banget ya, senang-senang di atas penderitaan orang). Akhirnya yang dapat terabadikan oleh kamera handphone jadulku hanyalah TKPalias tempat kejadian perkara saja. semoga para pembaca dapat mengambil sedikit hikmah dari segelintir cerita hidupku, dan dapat menjadikannya sebagai bahan pelajaran untuk maju (sok puitis).

img0433aimg0434a1


TAGS


-

Author

Follow Me